Jumat, 20 Oktober 2017

Bupati Landak Minta Masyarakat Hidupkan Tradisi Mendongeng

id landak, dongeng, kemeriahan mendongeng
Bupati Landak Minta Masyarakat Hidupkan Tradisi Mendongeng
Pontianak (Antara Kalbar) - Ada yang menarik di Aula Kantor Bupati Landak pagi ini. Gelak tawa dan riuh rendah suara anak-anak, terdengar hingga luar area aula tersebut.

Tampak ratusan anak PAUD dan SD di Kabupaten Landak dihibur dengan dongeng dan lagu oleh Kak Seto, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-18 Pemkab Landak.

"Saya sangat ingin, tradisi mendongeng kembali dihidupkan oleh steiap orang tua, agar anak-anak kita memiliki imajinasi positif dan pendidikan yang baik. Dongeng ini lah menjadi cara yang dipakai Pemerintah Kabupaten Landak untuk menghibur sekaligus memberikan edukasi bagi ratusan anak dalam rangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Landak, tahun ini," kata Bupati Landak, dr Karolin Margret Natasa di Ngabang.

Di tengah kegiatan itu, ada kejutan saat Kak Seto mengundang Bupati Landak Karolin Margret Natasa untuk ikut mendongeng. Tanpa canggung, sambil ditemani putri bungsunya, Karolin bercerita tentang kisah persahabatan monyet bernama Momo dan kelinci bernama Cici.

"Tidak hanya soal persahabatan, tapi cerita Cici dan Momo juga mengajarkan tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan. Mendongeng memang menjadi cara yang menyenangkan untuk memberi edukasi, pesan moral dan penanaman karakter bagi anak-anak," tuturnya.

Biasanya kata Karolin, cerita dari dongeng akan mudah dimengerti dan melekat diingatan anak. Mendongeng cerita memang bukan hal langka buat Karol, karena membacakan cerita seperti dongeng kepada kedua anaknya sudah jadi kebiasaannya sehari hari setiap jelang tidur.

Karolin pun mengajak ibu - ibu yang juga hadir di acara tersebut untuk tidak ragu mendongeng ke anak-anak mereka.

"Ayo, ibu - ibu jangan ragu dan jangan malas untuk menggali cerita - cerita lokal yang menarik dan kaya akan pesan moral untuk bisa diceritakan ke anak-anak kita jelang mereka tidur", tambah Karolin.

Mantan anggota DPR RI itu menambahkan, berdasarkan data statistik dari BPS, jumlah anak di Kabupaten Landak pada tahun 2017 sebanyak 147.840 jiwa dimana angka tersebut terdiri atas laki-laki usia 0-4 tahun sebanyak 18.024, usia 5-9 tahun 19.247, usia 10-14 tahun 19.625 dan usia 15-19 tahun 19.294. Sedangkan untuk perempuan, usia 0-4 tahun 17.338, usia 5-9 tahun 18.324, usia 10-14 tahun 18.450 dan usia 15-19 tahun 583 orang.

"Anak-anak ini lah yang nantinya menjadi harapan besar bagi kabupaten ini. Untuk itu, kita harus bisa mempersiapkan mereka dengan baik, agar masa depan kabupaten dan negara ini bisa lebih baik dari saat ini," tuturnya.

Pada kegiatan tersebut, Seto Mulyadi yang akrab dipanggil Kak Seto menyampaikan beberapa dongeng kepada anak-anak yang hadir. Tidak hanya dongeng, tapi Kak Seto juga mengajak ratusan anak - anak untuk bernyanyi bersama, berlomba , sampai menampilkan atraksi sulap yang menghibur.

"Dongeng menjadi cara menyampaikan pesan moral tanpa terasa menggurui, seperti pesan - pesan soal persahabatan, menghargai teman, dan tidak memaksakan kehendak. Itu nilai-nilai moral dasar yang perlu dipahami oleh anak," kata Seto.

Berbeda dengan tahun - tahun sebelumnya , untuk mengisi peringatan hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Landak ke-18 tahun ini, Bupati Landak Karolin Margret Natasa memilih mengadakan rangkaian kegiatan untuk memberdayakan kelompok ibu dan anak.

Dengan tajuk "Dari Landak untuk Ibu dan Anak", berbagai kegiatan seperti mendongeng dan seminar parenting bersama Kak Seto, lomba foto ibu dan anak , sampai pemeriksaan kanker serviks gratis di puskesmas diselenggarakan pemerintah Kabupaten Landak.

Editor: Teguh Imam Wibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0131 seconds memory usage: 0.47 MB