Jumat, 20 Oktober 2017

Pengelola PAUD Perbatasan Apresiasi Kunjungan KhaChiFa

id khachifa, perbatasan, PAUD perbatasan
 Pengelola PAUD Perbatasan Apresiasi Kunjungan KhaChiFa
Anak-anak PAUD dan pengelola PAUD di Entikong, Kabupaten Sanggau, berfoto bersama perwakilan Sanggar KhaChiFa usai penyerahan bingkisan. (Istimewa)
Pontianak (Antara Kalbar) - Pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Entikong, Kabupaten Sanggau, memberikan apresiasi atas kunjungan dari sanggar Khatulistiwa Children Fun Art (KhaChiFa) yang memberikan "art coaching" untuk anak-anak di perbatasan Indonesia-Malaysia di wilayah Kalimantan Barat itu.

"Hasil dari pembinaan itu, anak-anak dapat mewarnai, menggambar dan melukis dengan teknik yang baik dan benar," kata Wahyu Widayati, Ketua PAUD Kinyo, Desa Nekan, Entikong, saat dihubungi Jumat.

Ia mengatakan, anak-anak PAUD mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Puluhan anak-anak PAUD yang ikut dalam kegiatan tersebut, terdiri dari PAUD Dipet Abdurrahman dari Dusun Punti Kayan, Desa Nekan, PAUD Kinyo dari Dusun Nekan, Desa Nekan, dan PAUD Sinar Semanget Desa Semanget.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan hasil mewarnai dan melukis anak-anak perbatasan juga bisa dipamerkan. "Selama ini, anak perbatasan jarang mendapatkan kegiatan yang mengesankan seperti yang diberikan sanggar KhaChiFa, sehingga ketika ada, mereka menyambut dengan suka cita," katanya.

Sebelumnya, puluhan anggota sanggar KhaChiFa, memberikan pembinaan seni kepada anak-anak PAUD di perbatasan Indonesia-Malaysia. Kegiatan itu digelar bagian dari rangkaian "roadshow" KhaChiFa ke Entikong, Kabupaten Sanggau dan Kuching, Sarawak, Malaysia Timur, pada 28-30 September 2017.

Selain mengadakan "art coaching" bagi anak-anak perbatasan. Sanggar KhaChiFa juga melakukan demo lukis sepatu.

Kegiatan dilanjutkan adalah mengunjungi anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di Community Learning Centre (CLC) Ladong, Tranddewins Plantation, Simunjan, Sarawak. Di sana, KhaChifa juga akan melakukan pembinaan seni bagi anak-anak TKI, mengenai cara mewarnai dan melukis, dan membagi-bagikan bingkisan.

Konsulat Jenderal RI Sarawak di Kuching mengungkapkan ada sekitar 981 siswa TK-SD-SMP yang menjadi binaan KJRI Serawak di Kuching, Malaysia. Mereka belajar di 16 CLC yang tersebar di Sarawak, Malaysia.

Kegiatan pembinaan seni khusus anak TKI itu digelar Jumat ini. Kemudian pada Sabtu (30/9) pameran produk lukisan pada acara The Water Front Jazz Festival Hotel Margherita, Kuching.

Sanggar KhaChiFa selama 10 tahun ini sangat dikenal di Kota Pontianak sebagai sanggar yang mencetak para pelukis cilik dan remaja berprestasi. Puluhan lomba, baik lokal, nasional, maupun internasional pernah dijuarai anak-anak anggota sanggar yang diketuai Eva Dolorosa ini.

Khusus pameran di Kuching, menurut Eva Dolorosa, merupakan event yang kedua kalinya diikuti sanggar KhaChiFa, setelah pada 2012 lalu atas undangan dari Konsulat Jenderal RI di Sarawak. Untuk "roadshow" kali ini, KhaChiFa mendapat dukungan dari Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan para orang tua anggota sanggar tersebut.

Editor: Teguh Imam Wibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0102 seconds memory usage: 0.47 MB