Sabtu, 23 September 2017

Masyarakat Singkawang Diimbau Cerdas Memilih Bahan Pokok

id singkawang, masyarakat dimbau cerdam memilik kebutuhan pokok
Singkawang (Antara Kalbar) - Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Singkawang, meminta masyarakat untuk cerdas dalam memilih barang-barang kebutuhan pokok menyusul adanya postingan dari pengguna Facebook yang menyebutkan kalau garam dapur bercampur dengan serpihan kaca.

"Saya minta masyarakat untuk cerdas dalam memilih barang-barang kebutuhan pokok," kata Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Singkawang, Hendryan, Jumat.

Menurutnya, sebelum memposting hal-hal yang dapat meresahkan masyarakat, sebaiknya temuan itu dibuktikan terlebih dahulu.

"Benar tidak jika garam tersebut bercampur dengan kaca," ujarnya.

Meskipun hal itu tidak benar, dia tetap mengimbau masyarakat sebaiknya lebih teliti sebelum membeli. Namun untuk amannya, dia mengimbau agar masyarakat Singkawang membeli garam produk lokal.

"Kita punya produk lokal yaitu produk Kalimantan Barat. Jadi saya sarankan sebaiknya masyarakat Singkawang membeli produk lokal agar lebih aman," tuturnya.

Menurutnya pula, kenaikan harga garam yang terjadi dalam beberapa minggu ini tidak terlalu berpengaruh kepada ibu-ibu rumah tangga khususnya di Kota Singkawang.

"Lagi pula penggunaan garam itukan cukup lama khususnya pada ibu rumah tangga, sehingga kenaikan tersebut tidak terlalu berpengaruh bagi mereka," katanya.

Yang kasihan, lanjutnya, kepada pelaku industri seperti ikan asin. "Tapi untuk di Singkawang pengolahan ikan asin sepertinya tidak terlalu besar-besaran, sehingga sampai dengan hari ini saya pun belum menerima keluhan dari mereka terkait kenaikan harga garam ini," kata Hendryan.

Kepada produsen, pesannya, produksilah sesuai kebutuhan. Jangan mencari bahan tambahan sebagai pengganti garam, tapi justru membahayakan konsumen.

"Ini yang perlu di hindari, karena di samping membahayakan konsumen juga dapat mengurangi kualitas produk. Daya tahannya pun dipastikan akan berkurang," tuturnya.



(U.KR-RDO/N005)

Editor: Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0256 seconds memory usage: 0.45 MB