Senin, 23 Oktober 2017

DPRD Kayong Utara Bentuk Pansus Gunung Tujuh

id kayong utara, Sukardi, gunung tujuh
DPRD Kayong Utara Bentuk Pansus Gunung Tujuh
Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara Sukardi (Doel Wibowo)
    Sukadana (Antara Kalbar) - Rapat paripurna DPRD Kabupaten Kayong Utara akhirnya menyepakati pembentukan panitia khusus (Pansus) pertambangan Gunung Tujuh Kecamatan Telok Batang, di Sukadana, Selasa malam.
    Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kayong Utara Sukardi dan didampingi Alias serta Tajudin selaku Wakil Ketua DPRD memutuskan utuk membentuk Pansus Gunung Tujuh dan segera melaksanakan pengumpulan data dilapangan.
    Dikatakan Sukardi, pembentukan Pansus Gunung Tujuh in bukan merupakan pansus untuk mencari salah dan benar adanya pertambangan batu granit di kecamatan Telok Batang, namun untuk mencari benang merah permasalahan yang ada di wilayah itu.
    "Kita bentuk bukan untuk mencari yang salah dan benar, atau membela yang pro dan yang kontra, namun lebih dari itu, DPRD sebagai wakil masyarakat ingin mengetahui data dan keterangan yang akurat dari kedua belah pihak," kata Sukardi.
    Pelaksanaan Pansus yang diketua Al Husaini tersebut terdapat 9 anggota DPRD dengan perwakilan masing masing fraksi yang ada di DPRD.
    Dengan adanya semua unsur di dalam pansus tersebut, menurut Sukardi akan menjadikan pansus tersebut lebih lengkap dan saling berkesinambungan dalam mencari data di lapangan.
    Tim yang dibentuk usai rapat Paripurna Raperda tersebut akan juga mencari keterangan dari pihak pemerintah serta para ahli serta masyarakat termasuk ke Pemprov Kalimantan Barat untuk mengumpulkan keterangan dan data.
    "Dari hasil pansus akan kita lahirkan rekomendasi dan akan disampaikan ke pemerintah," kata Sukardi.
    Sebelumnya, pada 4 Juli 2017, Aliansi Masyarakat Peduli Gunung Tujuh (AMPG7) mendatangi DPRD Kayong Utara menggelar audensi terkait pertambangan gunung tujuh yag menuai pro dan kontra.
    Dalam audensi yang diterima oleh Ketua DPRD dan unsur pimpinan belum mengeluarkan keputusan yang pasti karena belum mendapatkan keterangan dan data yang cukup. Sehingga akhirnya melahirkan sebuah keputusan untuk mencari sumber data untuk mengetahui permasalahan lebih detil atas kasus Pertambangan Gunung Tujuh.

Editor: Teguh Imam Wibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.1857 seconds memory usage: 0.46 MB