Sabtu, 23 September 2017

RWMF 2017 Sarawak Sukses Digelar

id RWMF, sarawak tourism board, penutupan rwmf
RWMF 2017 Sarawak Sukses Digelar
Malam penutupan Rainforest World Music Festival (RWMF) 2017 (Foto Antara Kalbar/Dedi/17)
Kuching, Sarawak (Antara Kalbar) - Rainforest World Music Festival (RWMF) 2017 yang digelar Sarawak Tourism Board (STB) sukses digelar.

Even internasional yang dilaksanakan sejak 14- 16 Juli 2017 di Kampung Budaya Sarawak, Malaysia mampu menghadirkan turis dari berbagai belahan dunia.

STB mencatat pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya ada peningkatan penjualan tiket yakni 8 persen atau setara 1.440 tiket. Tiket yang terjual tersebut di luar penjualan panitia di lokasi kegiatan. Tahun lalu terjual tiket sebanyak 18.000 tiket.

Dalam pelaksanaannya, selama tiga hari pengunjung RWMF diberikan banyak pilihan untuk mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan yang sudah dihadirkan. Mulai pukul 09.00 pagi waktu setempat hingga tengah malam kegiatan penuh.

Namun, untuk pertunjukan yang dibalut workshop di beberapa tempat di Kampung Budaya Sarawak, dimulai pukul 02.00 siang waktu setempat. Sedangkan untuk pertunjukan di dua panggung besar, dimulai pukul 07.00 malam waktu setempat hingga tengah malam.




Untuk pengisi acara tersebut dihadirkan STB dari berbagai penjuru dunia termasuk dari Indonesia, grup musik perkusi, Svara Samsara. Total pengisi acara ada 28 grup musik yang semua mengangkat seni musik dan budaya masing-masing.

Saat malam pertama hingga terakhir, lokasi kegiatan diguyur hujan. Meski demikian tidak mematahkan pengunjung semangat untuk menyaksikan berbagai penampilan unik dan menarik. Bahkan dengan adanya hujan sebagaimana nama kegiatan, semua larut dalam nada musik dan hujan.

Dengan adanya RWMF, membuat sejumlah pengunjung kagum dan puas dengan penampilan yang ada sebagaimana dirasakan penonton dari Kota Pontianak, Indonesia, Syarifah Fajri Maulidiyah.



"Melalui RWMF kita dihadirkan pertunjukan kelas dunia terbaik. Budaya dan seni dari apa yang ditampilkan sangat kuat sehingga mampu memukau dan kita puas dengan penampilan yang ada, " ujarnya.

Gadis umur 21 tahun dan juga mantan Putri Pariwisata Indonesia tahun 2014 tersebut juga menambahkan bahwa melalui even tersebut ia lebih mengetahui lebih banyak soal kebudayaan negara luar.

"Indonesia tentu juga memiliki budaya dan seni yang luar biasa termasuk di Kalbar. Tinggal potensi yang ada dikemas dengan baik dan dibalut dalam even yang mendunia seperti RWMF ini, " kata dia.


(U.KR-DDI/ N005)



Editor: Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0068 seconds memory usage: 0.46 MB