Sabtu, 22 Juli 2017

Perkebunan Sawit Diajak Kelola Perkebunan Yang Ramah Lingkungan

id sawit, perkebunan sawit
Perkebunan Sawit Diajak Kelola Perkebunan Yang Ramah Lingkungan
Menara pemantau titik api (Foto Antara Kalbar / Andilala)
Pontianak (Antara Kalbar) - Para perusahaan sawit yang ada di Kalimantan Barat diajak, untuk mengelola perkebunan sawit tersebut yang ramah lingkungan, dengan tidak membakar lahan dalam membersihkan lahan untuk ditanami sawit.

Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Ir. Bambang MM mengajak pemilik dan pengusaha perkebunan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, untuk membangun kebun sawit yang ramah lingkungan.

"Saat ini perkebunan sawit dalam masalah karena persaingan komoditas, banyak pihak tidak senang industri perkebunan tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, semua pihak hendaknya menjadi contoh yang baik dalam menata perkebunan yang ramah lingkungan tersebut," kata Bambang saat menghadiri Pembentukan Desa Makmur Peduli Api 2017 di Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar pertengahan Januari 2017.

Menurut dia, salah satunya upaya dalam mengembangkan perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan tersebut, dengan dibentuknya Desa Makmur Peduli Api yang dilakukan oleh PT Agrolestari Mandiri anak perusahaan Sinar Mas Grup di Kecamatan Naga Tayap, Kabupaten Ketapang.

Menurut dia, hingga saat ini luas perkebunan sawit di Indonesia sekitar satu juta hektare, 300 ribu hektare di antaranya milik masyarakat.

"Mari kita gotong royong dalam membantu kebun rakyat yang kurang produktif itu, agar mereka juga ikut sejahtera. Kemudian juga ikut menepis isu-isu buruk tentang sawit, karena saat ini bukan hanya sawit yang `dihempas` atau diserang tetapi juga perkebunan lainnya," katanya.

Banyak pihak yang tidak menghendaki pengembangan sawit di Indonesia berjalan sukses. "Mari kita kelola perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan dalam menangkal isu-isu negatif tersebut," katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat mengharapkan semua perkebunan sawit di kabupaten itu agar membentuk Desa Makmur Siaga Api dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Apa yang telah dilakukan oleh PT Agrolestari Mandiri anak perusahaan Sinar Mas Grup dalam mencegah dan menangani Karhutla dengan dibentuknya Desa Siaga Api di tahun 2016, dan dibentuknya Desa Makmur Peduli Api di tahun ini, sangat positif dan hendaknya diikuti oleh perusahaan perkebunan lainnya," kata Sekda Ketapang, HM Mansyur.

Menurut dia, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mensukseskan program Desa Siaga Api sebelumnya.

"Semua pihak harus berpikir dan bertindak agar Karhutla tidak terjadi lagi, termasuk pihak perusahaan dengan melibatkan masyarakat dengan membentuk Desa Siaga Api," ujarnya.

Apa yang dilakukan oleh PT Agrolestari Mandiri ini, hendaknya diikuti oleh perusahaan lainnya dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla di Ketapang dan Kalbar umunya, katanya.

Wakapolda Kalbar, Brigjen (Pol) Joko Irianto menyatakan, kalau semua perkebunan sawit telah membentuk Desa Makmur Peduli Api, maka pekerjaan dalam memadamkan Karhutla akan semakin ringan.

"Untuk itu kami mengapresiasi atas langkah Sinar Mas Grup yang telah membentuk Desa Siaga Api di tahun 2016, dan kembali membentuk Desa Makmur Peduli Api tahun 2017 dalam mencegah dan menangani Karhutla," katanya.

Sinar Mas Grup di tahun 2016 telah membentuk Desa Siaga Api di delapan desa sekitarnya dengan melibatkan masyarakat setempat, sejak Maret 2016 dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla baik di dalam dan sekitar kebun sawitnya. 

Sementara itu, PT Agrolestari Mandiri anak PT SMART Tbk telah memberikan insentif berupa pembangunan infrastruktur senilai Rp100 juta untuk delapan desa sekitar kebun di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, karena berhasil mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

"Sebanyak delapan desa binaan PT Agrolestari Mandiri di Kalbar telah berhasil mencegah kebakaran di tahun lalu, dengan diberikan insentif dari perusahaan dalam bentuk bantuan infrastruktur sosial. Tiga dari delapan desa itu ditetapkan sebagai program desa percontohan nasional oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian," kata CEO Perkebunan Sinar Mas Wilayah Kalbar, Susanto di Naga Tayap, Ketapang.

Ia mengatakan, saat ini desa-desa yang sebelumnya rawan terjadi kebakaran, kini sudah berubah menjadi desa siaga api. "Capaian tersebut tentunya buah dari hasil kerja keras kita semua dan kerja sama yang baik dengan semua unsur masyarakat, tim kesiapsiagaan tanggap darurat kami dan Pemda dalam mencegah kebakaran yang selama ini menjadi tantangan bersama," katanya.



Berpijak dari keberhasilan dan evaluasi atas PT SMART Tbk maka akan melaksanakan program Desa Makmur Peduli Api, yang menggabungkan tiga elemen penting, yakni pencegahan kebakaran, konservasi dan ketahanan pangan.

"Tahun ini, kami akan lebih memperhatikan pada pelaksanaan konservasi bersama masyarakat untuk melindungi hutan dan nilai konservasi tinggi (NKT), dan kawasan dengan stok karbon tinggi," ungkapnya.

Di seluruh Indonesia SMART/GAR telah mengidentifikasi kawasan seluas 75 ribu hektare di dalam wilayah operasional perkebunannya (setara dengan luas Singapura) untuk dikonservasi. Dari luas itu di Kalbar, perusahaan sedang merehabilitasi lahan gambut seluas 2.600 hektare dan konservasi sekitar 17 ribu hektare kawasan hutan NKT bersama masyarakat.

Sementara itu, Managing Director Sustainability GAR/PT SMART Tbk, Agus Purnomo menyatakan, atas capaian di atas, maka pihaknya mengembangkan pelaksanaan program Desa Makmur Peduli Api dengan menambahkan kegiatan pelestarian fungsi ekosistem lokal, meningkatkan produktivitas lahan pertanian masyarakat tanpa membakar, melatih lebih banyak masyarakat dalam memahami manfaat pencegahan kebakaran.

"Kami juga berharap dengan dukungan pemerintah dan instansi terkait dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa-desa percontohan," katanya.

Selain itu, saat ini PT SMART Tbk juga sedang melaksanakan program percontohan yang dikenal sekolah lapangan di Desa Lembah Hijau II, yang melatih warga setempat untuk menerapkan teknik pertanian ekologis terpadu tanpa bakar dalam mengelola lahan.

Program tersebut sejalan dengan imbauan pemerintah bagi pelaku usaha di sektor perkebunan untuk memfasilitasi upaya membangun mata pencaharian alternatif bagi masyarakat, yang rencananya akan dibangun di tujuh desa di Kalbar secara bertahap.

Tahun 2016, tercatat 17 desa di Kalbar dan Jambi secara aktif berpartisipasi dalam mencegah kebakaran yang dicanangkan oleh perusahaan dan didukung oleh instansi terkait.

Desa-desa percontohan tersebut dibekali pelatihan pencegahan kebakaran, infrastruktur dasar penanggulangan kebakaran, dan mekanisme deteksi dini dalam mengurangi risiko kebakaran, mereka juga memiliki akses terhadap tim tanggap darurat yang dimiliki PT SMART Tbk serta melakukan patroli bersama.

Editor: Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0112 seconds memory usage: 0.36 MB