Sabtu, 23 September 2017

Prajurit Korban Latihan PPRC Diterbangkan Ke Jakarta

id PPRC, pajurit korban latihan
Prajurit Korban Latihan PPRC Diterbangkan Ke Jakarta
Prajurit TNI mengusung peti jenazah Kapten TNI Armada Pertahanan Udara (ARH) Heru Bayu saat upacara pemakaman di Makam Pahlawan Lolong, Padang, Sumatra Barat, Kamis (18/5/2017). (ANTARA /Muhammad Arif Pribadi) (-)
Pontianak  (Antara Kalbar) - Empat prajurit TNI AD korban kecelakaan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/5) yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Kartika Husada Kodam XII/Tanjungpura, diterbangkan ke Jakarta.

"Keempat prajurit TNI AD itu, tadi pagi sudah diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat sipil, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tanjungpura, Kolonel (Inf) Tri Rana Subekti di Pontianak, Jumat.

Ia menjelaskan, keempat prajurit itu dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, dengan pertimbangan di sana peralatannya lebih lengkap.

"Dari informasi terakhir, kondisi keempat prajurit itu, sudah membaik, namun, untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif lagi, sehingga dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto," ungkapnya.

Sebelumnya keempat prajurit Batalyon Arhannud I Kostrad tersebut tiba di rumah sakit Rumah Sakit Kartika Husada, Kodam XII/TPR di Pontianak sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu malam (18/5).

"Alasan dievakuasi di sini (Kubu Raya) karena memang lokasinya berdekatan dengan tempat latihan," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Teujeh membenarkan empat prajurit TNI AD meninggal dunia dan delapan prajurit mengalami luka-luka akibat kecelakaan saat latihan PPRC TNI di Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/5).

 Ia mengatakan, insiden tersebut terjadi dalam latihan pendahuluan PPRC TNI yang dilaksanakan pada Rabu, sekitar pukul 11.21 WIB. Ketika itu, salah satu pucuk Meriam Giant Bow dari Batalyon Arhanud 1/K yang sedang melakukan penembakan mengalami gangguan pada peralatan pembatas elevasi, sehingga tidak dapat dikendalikan.

"Akibatnya, empat orang meninggal dunia dan delapan prajurit lainnya dari satuan Yon Arhanud I Kostrad mengalami luka-luka karena terkena tembakan. Saat ini para korban sedang dievakuasi ke rumah sakit terdekat," katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh empat orang yang meninggal itu, yakni Danrai Kapten Arh Heru Bayu, Pratu Ibnu Hidayat, Pratu Marwan, dan Praka Edy. Sementara prajurit luka-luka, yakni Pratu Bayu Agung, Serda Alpredo Siahaan, Prada Danar, Sertu B Stuaji, Serda Afril, Sertu Blego Switage, Pratu Ridai Dan Pratu Didi Hardianto.



(U.A057/N005) 

Editor: Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0063 seconds memory usage: 0.45 MB