Kamis, 29 Juni 2017

Mensos : IPWL Sebagai Wadah Informasi Peredaran Narkoba

id Mensos, narkoba
Mensos : IPWL Sebagai Wadah Informasi Peredaran Narkoba
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (Yudhi Mahatma)

Sungai Raya (Antara Kalbar) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta pemerintah daerah untuk menjadikan Institut Penerima Wajib Lapor (IPWL) di Kabupaten Kubu Raya sebagai wadah dan informasi dalam menyelamatkan anak-anak bangsa dari Narkoba.

"Keberadaan Institut Penerima Wajib Lapor(IPWL) di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat hendaknya dapat memberikan berbagai informasi terkait peredaran narkoba di wilayah itu. Pemerintah Pusat selalu memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Daerah dalam membantu memberantas mata rantai peredaran narkoba," kata Khofifah, saat meresmikan Institut Penerima Wajib Lapor (IPWL) di Kabupaten Kubu Raya, Sabtu.

Pada kesempatan itu, dirinya juga meminta peran serta Pemerintah Daerah dan BNN di Provinsi Kalimantan Barat agar bersama-sama melakukan pencegahan peredaran barang haram ini.

Karena, menurutnya bandar narkoba berusaha mencari celah untuk memasukkan narkoba di suatu daerah, mengingat selama ini pelaku peredaran narkoba yang tertangkap kebanyakan mereka melalui pintu perbatasan RI dan Malaysia.

Selain itu, menurut dia beberapa waktu lalu penangkapan peredaran narkoba juga dilakukan pada sejumlah Bandara di Indonesia.

"Setiap informasi yang berkaitan dengan narkoba bisa langsung terkoneksi dengan IPWL, sehingga tidak meluas di daerahnya," katanya.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus mendukung dan menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Pusat dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di daerah ini.

"Pemerintah Daerah akan menjadikan gedung IPWL ini untuk melakukan rehabilitasi terhadap pecandu dan mantan pecandu narkoba," katanya.

Hermanus menjelaskan dengan diresmikannya gedung IPWL dalam mengantisipasi peredaran narkoba dan para pecandu narkoba yang direhabilitasi ini bisa berkontribusi dalam pembangunan daerah dan mereka juga tidak dikucilkan oleh lingkungannya.

"Tentunya hal ini akan menjadi langkah awal untuk memanusiakan manusia," kata Hermanus.

Editor: Teguh Imam Wibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0764 seconds memory usage: 0.34 MB