Kamis, 29 Juni 2017

Sekadau Selesaikan Penyusunan Indikator Kinerja Utama

id Sekadau, indikator kinerja
Sekadau Selesaikan Penyusunan Indikator Kinerja Utama
Wabup Sekadau saat penutupan workshop penyusunan indikator kinerja utama di Hotel Kini, Pontianak, Jumat (10/3/17) (Bella)
Sekadau (Antara Kalbar) - Sebanyak 5 tujuan, 11 indikator tujuan, 15 sasaran strategis dan 27 indikator sasaran strategis dihasilkan dalam workshop penyusunan indikator kinerja utama Kabupaten Sekadau yang ditutup Wakil Bupati Sekadau Aloysius di Hotel Kini, Pontianak, Jumat (10/3).

Hadir dalam kegiatan tersebut, narasumber dari Kemenpan-RB, Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala OPD serta peserta workshop.

Wakil Bupati Sekadau Aloysius dalam sambutannya mengatakan, pembangunan adalah proses perubahan kearah yang lebih baik. Dikatakan dia, langkah awal proses perubahan tersebut melalui upaya yang dilakukan secara terencana.

"Dalam sistem perencanaan pembangunan daerah di level kabupaten untuk melaksanakan visi dan misi kepala daerah terpilih disusun RPJMD, RKPD, APBD. Sedangkan di level perangkat daerah dikenal Rentra SKPD, Renja dan RKA/DPA," jelasnya.

Ia mengatakan, dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP), dokumen-dokumen tersebut merupakan rencana strategis ditambah dengan perjanjian kinerja. Tujuan pembangunan itu, kata dia, pertama peningkatan standar hidup setiap orang baik pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, papan, pelayanan kesehatan, pendidikan dan lainnya.

Kedua, kata dia, penciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri setiap orang. "Ketiga, adalah peningkatan kebebasan setiap orang," ucapnya.

Aloy mengatakan, tujuan pembangunan tersebut telah tertuang RPJMD Kabupaten Sekadau tahun 2016-2021 sesuai dengan visi terwujudnya Kabupaten Sekadau yang maju, mandiri dan berdaya saing.

Untuk mencapai tiga misi tersebut telah dirumuskan dalam RPJMD Kabupaten Sekadau berupa 10 tujuan dengan 39 sasaran dan 148 indikator kinerja utama (IKU) yang akan diwujudkan dalam masa 5 tahun yaitu 2016-2021.

"IKU adalah ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis. Penetapan IKU disusun dengan maksud, untuk memperoleh informasi kinerja yang penting dan terukur dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembanguann," kata dia.

"Kemudian untuk memperoleh ukuran keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan sasaran strategis kabupaten yang digunakan untuk perbaikan dan peningkatan akuntabilitas kinerja," imbuhnya.

Dikatakan dia, terkait dengan akuntabilitas kinerja, menindaklanjuti hasil evaluasi atas akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan tahun 2016 oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terhadap penerapan SAKIP di Kabupaten Sekadau.

Langkah awal, kata dia adalah melaksanakan workshop penyusunan IKU Kabupaten Sekadau yang telah sama-sama diikuti selama dua hari.

"Kita bersama-sama telah merumuskan melalui hasil pemikiran dengan dipandu oleh narasumber dari Kemenpan-RB, rumusan tujuan, sasaran dan IKU yang lebih berorientasi pada hasil," tuturnya.

Hasil itu, kata Aloy, tentunya akan diakomodir menjadi tujuan, sasaran dan IKU pada RPJMD 2016-2021. Kemudian, kata dia, IKU Kabupaten itu akan dipublikasikan dan ditetapkan dengan Keputusan Bupati Sekadau.

Dengan harapan akan tersusun perencanaan Kabupaten Sekadau yang SMART," harapnya.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau A Adrianto Gondokusumo dalam laporannya mengatakan, penyelenggaraan workshop yang telah dilaksanakan itu pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja pemerintah dengan mereview indikator tujuan dan indikator sasaran strategis pada RPJMD Kabupaten Sekadau tahun 2016-2021.

"Berdasarkan maksud dan tujuan diselenggarakan workshop itu telah menghasilkan 5 tujuan, 11 indikator tujuan, 15 sasaran strategis dan 27 indikator sasaran strategis. Untuk itu kami berharap hasil rumusan yang telah disepakati bersama menjadi acuan penyusunan IKU OPD," kata dia.

Sehingga, kata Adrianto, kualitas penyusunan dokumen indikator kinerja utama OPD akan semakin meningkat dan baik. Agar, lanjutnya, dapat terwujud konsistensi antara dokumen rencana pembangunan daerah, dan konsistensi antara perencanaan dan penganggaran serta keselarasan dengan dokumen perencanaan lainnya.

"Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada narasumber dari Kemenpan-RB telah berkenan hadir dalam rangka memberi materi. Selain itu, terimakasih juga kepada peserta workshop yang sudah mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, cermat dan aktif, tidak lupa kepada para panitia yang bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat terlaksana," pungkasnya.

Editor: Teguh Imam Wibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0154 seconds memory usage: 0.36 MB