Kamis, 23 Februari 2017

Stasiun Klimatologi : Januari Potensi Karhutla Kalbar Tinggi

id karhutla, Stasiun Klimatologi : Januari Potensi Karhutla Kalbar Tinggi
Stasiun Klimatologi : Januari Potensi Karhutla Kalbar Tinggi
Seorang warga memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, pada 2016 lalu. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/16)
Pontianak (Antara Kalbar) - Stasiun Klimatologi Kelas II Mempawah menyatakan pada bulan Januari diperkirakan di wilayah Kalbar akan terjadi peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Tingginya potensi Karhutla disebabkan kurangnya curah hujan dan adanya peningkatan suhu udara," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Mempawah Kalbar, Wandayantolis di Pontianak, Rabu.

Ia menambahkan berdasarkan analisis kondisi iklim lima harian menunjukkan terjadinya penurunan curah hujan di wilayah Kalbar selama awal Januari 2017.

"Penurunan curah hujan itu terjadi terutama di wilayah pesisir barat hingga Pantai Utara Kalbar," kata dia.

Menurutnya, penurunan curah hujan tersebut diikuti berkurangnya kelembaban udara karena hilangnya lapisan uap air di atas permukaan tanah. Dengan demikian menyebabkan dampak lanjutan berupa peningkatan intensitas cahaya matahari yang mencapai permukaan tanah. Akibat suhu udara harian meningkat tajam antara 1-1,5 derajat celsius," ungkap.

"Kondisi ini tentunya dapat saja menyebabkan dampak negatif seperti gangguan kesehatan karena sengatan suhu yang tinggi. Contohnya dapat saja menyebabkan iritasi pada kulit dan juga munculnya rasa gerah yang menyebabkan rasa tidak nyaman.

"Penurunan curah hujan tersebut diprediksi masih akan berlangsung. Pada pertengahan Januari ini curah hujan 10 harian hanya akan berkisar pada 21-100 mm atau dalam kategori rendah sampai menengah," kata dia.

Dia mengingatkan, kewaspadaan tentunya tetap dijaga guna antisipasi meningkatnya potensi kebakaran baik di hutan, lahan maupun di wilayah pemukiman masyarakat. Kembali hak itu karena suhu tinggi, kelembaban yang rendah memudahkan penjalaran api yang dapat menjadi titik panas yang pada akhirnya menyebabkan kebakaran.

"Saat ini yang terpantau tingkat kemudahan terbakar pada wilayah utara Sambas dan sebagian pantai barat Ketapang," katanya.

Untuk lebih jelas kata Wandayantolis, masyarakat dapat memantau perkembangan kondisi iklim terkini melalui website :http://iklim.kalbar.bmkg.go.id atau mengunduh aplikasi `SiAPIKUKalbar` melalui ponsel pintar.


Editor: Nurul Hayat

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0116 seconds memory usage: 0.35 MB