Kamis, 23 Februari 2017

BI Kalbar Sosialisasi Uang NKRI Di Perbatasan

id BI, sosialisasi uang NKRI, uang rupiah
 BI Kalbar Sosialisasi Uang NKRI Di Perbatasan
Kepala KPw BI Kalbar, Dwi Suslamano sedang memberikan sambutan dalam sosialisasi uang NKRI tahun emisi 2016 di Entikong, Sanggu, Rabu (11/1) (Foto Antara Kalbar/Dedi)
Entikong (Antara Kalbar) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Barat melakukan roadshow sosialisasi uang baru tahun emisi 2016 atau dikenal uang NKRI di perbatasan dan kali ini di Entikong, Kabupaten Sanggau.

"Sosialisasi yang dilakukan terutama di daerah perbatasan NKRI di Kalbar khususnya di Entikong dalam rangka memberikan penjelasan dan informasi lengkap tentang uang baru kepada masyarakat perbatasan," ujar Kepala KPw BI Kalbar, Dwi Suslamanto di Sanggau, Rabu.

Dwi menjelaskan sosialisasai uang baru juga merupakan kelanjutan sosialisasi sebelumnya sesuai undang-undang soal kewajiban mengunakan uang rupiah di wilayah NKRI.

Kemudian untuk gencarnya sosialisasi uang NKRI mengingat ada sejumlah hal mendasar dari perubahan yang ada di 11 pecahan uang baru tersebut.

"Contoh perubahan yakni pada pecahan logam sebelumnya tidak ada gambar pahlawan sekarang ada. Sedangkan pada kertas tidak ada perubahan mendasar. Hanya saja di uang kertas perubahan pahlawan," kata dia.

Dwi secara singkat memaparkan di dalam mata uang baru tersebut pahlawan yang terpilih dan gambarnya terpajang di uang adalah yang sudah meninggal. Kemudian dilihat dari asal daerah, pahlwan yang dipilih sudah mewakili pulau di Indonesia.

"Setiap pulau yang ada di Indonesia ada perwakilan gambar pahlawan dipilih seperti dari Kalimantan ada satu pahlawan. Kemudian pahlawan dipilih ada dari pra dan pasca kemerdekaan serta semua gambar telah mendapat persetujuan ahli waris," kata dia.

Terkait keamanan keuangan, saat ini jauh lebih aman dan sangat sulit dipalsukan. Kemudian semakin besar uang pecahan keamanan uang semakin tinggi.

Terkait berita hoak yang beredar di masyarakat dan media sosial seperti uang rupiah mirip mata uang euro dan yuan serta ada logo palu arit di mata uang NKRI, Dwi meluruskan dengan fakta yang ada.

"Berita hoax yang beredar itu tentu jauh dari fakta yang ada. Sebenarnya itu persepsi seseorang seperti sama dengan uang yuan dan bahkan ringgit. Kalau biasa suka ringgit itu bisa jadi sama dengan ringgit. Jadi saya harapakan ini jangan diperbesar hoaxnya," katanya.

Dwi berharap dengan setelah mendapat sosialisasi dari BI soal uang NKRI, peserta dapat menyebarkan lebih luas kepada orang di lingkungannya masing- masing.

"Semua pesarta harap jadi corong informasi kepada orang sekitarnya. Gunakan uang rupiah di NKRI dan kita harus bangga rupiah karena rupiah keren," kata dia.

Sosialisasi yang digelar di Kantor Camat Entikong tersebut dihadiri sekitar 75 peserta dari berbagai elemen sepert dari jajaran Polsek, Rayon Militer Entikong, Kejari , pengusaha dan masyarakat setempat.

Selain sosialisasi, BI juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan penukaran uang NKRI dengan nominal maksimal Rp200 ribu perorang. Selain sosialisasi di Kantor Camat Entikong, BI juga akan melakukan sosialisasi dan penukaran di PLBN Entikong.






(U.KR-DDI/N005)

Editor: Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0106 seconds memory usage: 0.36 MB