Banyak Kelahiran Anak Jalanan Jakarta Tak Tercatat
Rabu, 4 Juli 2012 14:54 WIB
anak jalanan (Unicef Indonesia)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA Kalbar) - Lebih dari 90 persen anak jalanan di Jakarta tidak memiliki akta kelahiran sehingga sulit untuk mendapatkan layanan dari negara, seperti hak pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial lainnya.
Mereka juga sangat rentan menjadi korban kejahatan dan kekerasan, sebut keterangan tertulis Plan Indonesia, organisasi kemanusiaan dan pengembangan masyarakat yang berpusat pada anak, di Jakarta, Rabu.
Disebutkan, Plan Indonesia siap memfasilitasi pencatatan kelahiran bagi ribuan anak jalanan yang tersebar di wilayah DKI Jakarta.
"Kami berharap dalam dua tahun ke depan, setidaknya 1.500 anak jalanan tercatat kelahirannya, yang ditandai dengan kepemilikan akta lahir," kata Direktur Plan Indonesia, Peter La Raus, di acara peluncuran program "Akta Kelahiran untuk Anak Jalanan", di Jakarta, Rabu.
Program ini merupakan program kerja sama antara Plan Indonesia dan Kementerian Sosial RI, yang didukung oleh Aviva, sebuah korporasi global asal Inggris.
Melalui program "Akta Kelahiran untuk Anak Jalanan", Plan Indonesia menargetkan separuh dari jumlah anak jalanan yang teridentifikasi di Jakarta memiliki akses untuk membuat akta kelahiran.
Berdasarkan data dari Kementerian Sosial, saat ini di Indonesia terdapat sekitar 230 ribu anak jalanan. Khusus di wilayah DKI Jakarta, tahun ini Dinas Sosial DKI Jakarta setidaknya telah mengidentifikasi tujuh ribu lebih anak jalanan. Dari jumlah itu, lebih dari 90 persen anak jalanan belum memiliki akta lahir.
(U002)
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © 2013